Pustu Desa Dadahup Runtuh

DeTAK ANJANGSANA EDISI 181

Sejauh ini belum jelas apa penyebab runtuhnya bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Dadahup F5 itu.

Rian Tangkudung
Padahal bangunan tersebut baru saja selesai pengerjaannya. Diduga pekerjaan dikerjakan asal-asalan oleh pihak rekanan.
Dalam rilis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Hijau Kalteng kepada DeTAK menyatakan, ada kejanggalan sistem di lapangan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan beberapa Pustu pada tahun anggaran 2010 lalu.
Janggalnya sistem itu, kata rilis tersebut, terendus pada beberapa paket pekerjaan pembangunan Pustu di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Diduga pembangunan Pustu tersebut telah merugikan keuangan negara. "Dari hasil investigasi pembangunan beberapa Pustu menyedot anggaran senilai Rp2,4 Miliar. Dana itu untuk beberapa paket pekerjaan, diataranya Pustu Desa Lamunti C4, Dadahup G3, Dadahup G2, F5 Kecamatan Kapuas Murung,” jelas Forum Hijau.
Paket pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan RAB dan Bestek. Artinya, dalam temuan bahan dasar kayunya tidak berkualitas sehingga mempengaruhi ketahanan bangunan Pustu.
"Besi cor misalnya, diduga menggunakan besi dibawah ukuran yang ditentukan Bestek. Yang seharusnya menggunakan besi ukuran K-12 atau K-16, tapi malah dipakai ukuran besi k-6. Akibat kondisi tersebut, bangunan Pustu runtuh, seperti yang terjadi di Desa Dadahup F5," papar LSM itu.
Forum Hijau berharap agar temuan ini dapat ditindaklanjuti aparat yang berkompeten.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Rian Tangkudung kala dikonfirmasi soal ini membenarkan adanya laporan Forum Hijau.
"Kasus ini terjadi sebelum saya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalteng," tanggap Rian di ruang kerjanya.
Namun pihaknya telah melaporkan soal itu ke pihak inspektorat agar ditindaklanjuti. “Kita tunggu saja bagaimana hasil pemeriksaannya nanti,” tegas Rian. (DeTAK-indra marbun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar