Menilik Seni Tatto Temporer di Palangka Raya

DeTAK HIBURAN EDISI 144

foto : yusy
Pria asli Banjarmasin Kalimantan Selatan ini sudah menggeluti dunia tatto hampir 20 tahun. Berawal dari hobinya melukis yang membuat nya tertarik untuk melukis di media lain, di kulit, yaitu tatto. Mengapa dia memilih tatto? karena menurutnya ada tantangan tersendiri dibandingkan melukis di media kanvas, selain itu mentatto juga sudah menjadi hobi yang dapat menghasilkan atau mata pencahariannya.
Hampir 12 tahun di Kalimantan Tengah, tidak membuatnya berhenti untuk tetap menjalani pekerjaan ini, ”saya menilai prospeknya bagus di sini” ujar Arfandi SS. Selain itu di akui masih tergolong sedikit orang yang menjalani pekerjaan di bidang usaha merajah kulit tubuh atau tatto sehingga lebih menjanjikan.
Totto temporary yang di jalaninya dengan penghasilan untuk per hari yang tidak tentu pun tetap tidak membuatnya patah semangat,” tidak tentu, kadang hanya 50 ribu, tapi kalau lagi ramai bisa sampai 200 ribu” ujarnya. Hari-hari yang ramai di kunjungi menurutnya seperti hari Minggu dan Jum’at.
Ia Mematok dengan kisaran harga dari 15 ribu per tatto sampai 40 ribu,”tergantung besar kecil dan rumit tidaknya gambar” terangnya. Tapi, ada beberapa yang sampai ratuasan ribu, terutama tatto permanent. Untuk tatto temporary sendiri ada yang mingguan dan ada pulang yang jagkanya bulanan. Karena menurutnya tatto itu adalah memindahkan gambar ke tubuh. Gambar yang di pindahkan itu pun bukan sembarang gambar, ” jika orang suka buah misalnya, karena kesukaannya itu maka digambarlah buah di tubuhnya” ujarnya memisalkan. ” ada juga yang membuat tatto nama pacar atu kekasihnya” ujarnya. Sehingga setiap gambar yang dipindahkan ke tubuh tentunya punya arti dan makna tersendiri bagi si pemilik. Di Palangka Raya sendiri, motif yang paling sering di minta adalah motif Tribal. Tribal adalah sebuah style yang tertua di dunia, selain everlasting. Style ini biasanya lebih di dominasi oleh warna hitam.
Karena sifatnya yang berjangka atau temporary (temporer) maka baik pria maupun wanita menyukai tatto jenis ini. Untuk bahan, meskipun diakui tergolong mudah tetapi ada bahan yang agak sulit. Seperti cairan untuk pembangkit gambar pada kulit yang di harus didatangkan dari Amerika, ”jika tidak ada, harus menunggu” ujarnya. Tetapi sejauh ini masih ia anggap mudah untuk mendapatkannya.”kami biasa ambil dari Banjar” ujarnya pria yang biasanya membuka praktek tatto di bawah jembatan Kahayan ini dan kalau malam hari biasanya di taman kota atau Taman Perjuangn depan kantor gubernur Kawasan Bundaran Kecil.
Suka duka menjalani usaha ini pun dialami oleh Arfandi, meskipun diakuinya sangat sedikit duka atau kerugian menjalani usaha ini. “ dukanya paling hujan, apalagi sekarang cuaca tidak tentu. Sukanya, karena menggambar, melukis adalah hobi” ujarnya. Selain sebagai pekerjaan mentatto juga baginya adalah seni yang dapat memuaskan jiwanya, sehingga ketika orang yang ia tatto puas dan senang dengan hasil yang baik, maka ia sendiri merasakan kepuasan pula. (DeTAK-yusy)

1 komentar:

  1. kalo tatto permanet,,tapi bejangka ada ga,,,misal kan 1 ato 2 tahun ilang,,

    BalasHapus