DeTAK LIPSUS

2012 Barito Utara Miliki Bandara Nasional

Tekad Bupati Barito Utara Ir.H. Achmad Yuliansyah, MM untuk membangun bandar udara (Bandara) di daerahnya yang berstatus nasional terus membara.

Meskipun tidak mendapat dukungan dana dari pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pembangunan bandara baru di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah tersebut terus berlanjut. Malah Bupati H Achmad Yuliansyah menargetkan tahun 2012 bandara dengan panjang landasan 2.100 meter ini sudah bisa digunakan. “Target kita penyelesaiannya diakhir tahun 2012. Kini sudah tahun kedua pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor dan konsultan dari Jakarta ,” ujar Yuliansyah kepada sejumlah wartawan pada jumpa pers dalam rangka menjelang peringatan HUT ke-60 Barito Utara. Seremoni HUT Barito Utara tahun 2010 ini dilaksanakan tanggal 2 Agustus, sedangkan tanggal HUT yang tepat itu tanggal 29 Juni.

Di tahun 2009, sudah dilakukan pembersihan lahan (land cliring), striping, galian, uruk dan pemadatan. Dana itu dibantu oleh pemerintah pusat dengan mengucurkan dana sebesar Rp49 miliar.

Sedangkan dana dari APBD kabupaten Barito Utara membantu shering sejak tahun 2006, dengan pekerjaan melakukan studi kelayakan, pekerjaan master plan, hingga melakukan pembebasan lahan seluas 180 hektar milik warga masyarakat.

Sedang untuk tahun ini, pemerintah pusat kembali mengucurkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk tahap pekerjaan perkerasan dan ganti rugi pembebasan lahan untuk membuka jalan menuju jalan negara. “Semua dana yang ada dikucurka dari dana pusat dan dana shering pemerintah Kabupaten. Target saya tetap di tahun 2012 semua sudah selesai dan bandara bisa digunakan secara menyeluruh,” tegasnya lagi.

Bandara baru ini dibangun sebagai ganti Bandara Beringin yang sudah tidak layak dikembangkan. Selain digunakan sebagai penerbangan sipil, bandara ini rencananya juga digunakan sebagai pangkalan pertahanan udara TNI AU.

Pemerintah kabupaten Barito Utara sangat serius membangun bandara ini, agar Kabupaten di wilayah DAS Barito tidak lagi terisolir. Selama ini warga dan pendatang hanya menggunakan transporasi darat yang jarak tempuhnya memakan waktu lama hingga delapan sampai sembilan jam. Apalagi kondisi jalan Negara di wilayah Barito masih belum bisa dikatakan layak. Lokasi bandara baru ini, letaknya berada di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah. (DeTAK – syaifudin HM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar