Warga Timbun Jalan Provinsi

DeTAK ANJANGSANA EDISI 146

FOTO:DeTAK/UMAR
SAMUDA, DeTAK - Warga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan benar-benar layak diacungi jempol. Ketimbang bersungut-sungut karena jalan rusak, lebih baik bergotong royong menimbun jalan yang berlobang. Tanpa basa-basi dan tanpa upah, bahkan uang yang dikeluarkan dari kocek sendiri pun jadi, asalkan jalan mudah dilewati.
Mereka bahu-membahu menutupi lobang menganga ditengah jalan, tepatnya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Jumat pekan lalu. Dari pantauan DeTAK, rusaknya akses jalan provinsi itu (Jalan HM Arsyad-red) sudah terjadi sejak dua bulan terakhir ini, Agustus hingga Oktober. Dimana, badan jalan banyak yang berlobang besar dan hampir putus.
Diantaranya, di Kecamatan Bagendang dan Mentaya Hilir Selatan. Di Bangendang, kerusakan parah tepat di depan Pelabuhan CPO (crude palm oil) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Kilometer (km) 23-25 dan 28. Kerusakan tersebut menjalar hingga ke Km 37-38 Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (Samuda).
Kepedulian dan rasa solidaritas bergotong royong menimbun lobang yang ada bukan tanpa alasan. Dasarnya, karena ruas jalan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di empat kecamatan, yakni Mentaya Hilir Utara (Bagendang), Mentaya Hilir Selatan (Samuda),Pulau Hanut (Bapinang) dan Teluk Sampit (Ujung Pandaran). Bahkan, Kabupaten Seruyan.
Akibat jalan rusak, mobil angkutan maupun mobil pribadi yang melintas harus ekstra hati-hati. Salah sedikit saja bisa terjebak amblas, lalu menimbulkan antrian panjang di poros jalan tersebut. Salah seorang yang menunjukkan rasa kepeduliannya, H Syarwani (35) mengatakan, dirinya bersama para sopir truk merasa terpanggil memperbaiki jalan itu, meskipun ruas jalan merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan (PU) Kalteng.
“Pagi Jumaat (15/10) Kami bergotong-royong menimbun. Kami didampingi camat serta Babinsa Koramil 1015 Samuda,” ujarnya. Menurut H Isar, panggilan dari H Syarwani, kondisi jalan tersebut kalau dibiarkan akan bertambah kerusakannya dan bisa lebih parah lagi.
Dikatakannya, lokasi yang di uruk sekitar Desa Basirih Hulu. Ada beberapa titik yang rusak parah. Lima titik berlobang itu selebar jalan aspal. Panjangnya sekitar tiga meter dengan kedalaman setengah meter. Termasuk, 12 titik lainn yang berlobang kecil.
"Kalau yang berlobang besar kita taruh galam dicampur tanah uruk dan pasir. Namun yang berlobang kecil cuma ditaruh pasir atau tanah uruk saja," sebutnya. Engkor (44), salah satu sopir truk mengungkapkan, kalau menunggu penanganan dari pemerintah lambat. "Banyak kajiannya (baca: pertimbangan-red). Bisa-bisa jalan yang ada tidak bisa dilewati," tandasnya.
Katanya lagi, dia bersama rekannya sesama sopir truk sepakat memilih hari yang lowong aktivitas. “Hari Jumat truk kami ada waktu luang. Makanya, kami gotong royang pada hari ini,” ucapnya di lokasi penimbunan.
Camat Mentaya Hilir Selatan, Jumberi, memuji kebersamaan dan kepedulian warga sekitarnya. "Kami berterima kasih kepada warga masyarakat maupun para sopir truk atas partisipasinya menyumbang material maupun tenagan, dengan bergotong-royong memperbaiki jalan,” pujinya.
Terpisah, Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), HM Amrulah Hadi kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, penanganan ruas jalan Sampit-Samuda oleh PU Provinsi sifatnya sementara oleh PU provinsi Kalteng. Begitu juga dengan PU Kotim melalui swakelola.
"PU Povinsi menganggarkan dana sebesar Rp 2 miliar. Kontraknya telah diteken. Upaya itu untuk mempertahankan kondisi jalan sampai 2011 mendatang," jelas Amrulah. Sehubungan di tahun ini. lanjut dia, terdapat juga penanganan lewat program pinjaman atau Loan IBRD-EIRTP untuk peningkatan struktur dan lebar jalan pada STA 0+000-STA 9+600.
Hanya saja, sambung Amrulah, lokasi tidak dapat dipindahkan karena perencanaannya di tetapkan oleh Bank Dunia,” jelasnya saat rapat Paripurna DPRD Kotim, akhir pekan lalu. Ia memastikan,untuk 2011 akan dilakukan penanganan tuntas pada daerah-daerah yang dianggap kritis dengan konstruksi permanen lewat program multiyears (tahun jamak) kontrak. (DeTAK-umar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar